Rabu, 31 Juli 2013

Tutorial Membuat Jalur PCB

Cara membuat PCB dibawah ini menurut pengalaman saya adalah cara yang paling praktis, selain biayanya sangat murah, hasilnya juga tidak kalah menarik dan rapi dibanding dengan cara menggunakan media Transfer Paper ( original ) yang harganya lumayan mahal atau Sablon dll yang barangkali akan lebih rumit. [Image: logopcb0.gif]
Sebagian besar kawan-kawan mungkin sudah tidak asing lagi dengan metode ini, namun bagi yang lain tidak ada salahnya untuk dijadikan sebagai alternatif.

Tips ini saya dapatkan dari seorang kawan dimilis elektronik, dan kebetulan sudah saya coba beberapa model, termasuk double side juga sangat memungkinkan dan ternyata tidak terlalu jelek hasilnya.



Bahan-bahan dan peralatan yang harus disiapkan adalah :
1.Printer Laser Jet (harus Tinta Toner) jika tidak ada bisa pakai mesin Foto Copy.
2.Kertas bekas Kalender dinding yang masih baik (tidak kusut/lecek)
3.Papan PCB
4.Kertas Ampelas (abrasive paper) No.P500 atau P600
5.Setrika listrik
6.Ferric Cloride
7.Bor PCB
8.Kikir (halus)
9.Pisau (Cutter)
10.Penggaris (stainless steel)
11.Spidol kecil permanent (for OHP) produk SN**MAN
12.Komputer + Software PCB, tentunya… (hampir lupa..)

Langkah-langkahnya sebagai berikut :

Software yang digunakan pada komputer terserah, bisa menggunakan Protel, Eagle, PCBExpress atau yang lain, yang penting pada software tersebut ada fasilitas untuk nge-print.

Sediakan kertas kalender bekas yang bakal dipakai untuk ngeprint tentunya disisi yang masih kosong, usahakan kertas kalender dipilih yang masih bersih termasuk tangan kita juga harus bersih lho… tunda dulu kalau mau nyemil goreng pisang… (berminyak).
[Image: kertaska.gif]
Jika ragu ngeprint langsung ke kertas kalender, bisa dicoba dulu ke kertas biasa.Jika printer Toner tidak ada, maka hasil print diatas kertas biasa yang tadi lalu di Foto Copy, tapi hasil Foto Copynya (Target) harus diatas kertas Kalender.

Setelah ter-print ke kertas kalender dan memastikan tidak ada trace yang putus, guntinglah gambar PCB tersebut kira-kira 2-3mm diluar garis gambar.
[Image: printdik.gif]
Potong PCB dengan pisau Cutter seukuran gambar PCB yang baru saja di-print, lalu kikir bagian tepi PCB agar tidak menonjol..sampai permukaanya rata dan tidak tajam.
[Image: printdil.gif]
Ampelas seluruh permukaan PCB sambil dibasahi dengan air, lakukan proses pengampelasan dengan cara memutar searah jarum jam sampai bersih, lalu keringkan.
[Image: cucipcb0.gif]
Lakukan pemolesan dengan kertas ampelas dengan gerakan searah jarum jam, sambil disiram air sampai permukaan PCB bersih. Usahakan bekas goresan ampelas tidak begitu nampak yang menandakan pemolesan berjalan dengan “baik”.

Panaskan Setrika, jgn putar sampai penuh, kira-kira arah di jam 12 sampai jam 2. Posisikan gambar PCB diatas papan PCB, trace PCB (tinta Toner) menghadap ke papan PCB (Tembaga).
[Image: prepares.gif]
Usahakan posisi gambar menghadap ke PCB.


Kertas Kalender ditutup dengan kertas polos
[Image: preparet.gif]
Diatas kertas kalender lapisi dengan kertas biasa, agar Text yg ada di kalender tidak menempel ke permukaan Setrika.

Tekan Setrika agak kuat diatas kerta kalender yang sudah dilapisi dgn kertas biasa tadi sampai kira-kira 30 detik sampai gambar menempel ke papan PCB dan lakukan penggosokan secara merata ke permukaan yg lain.

Waktu yang diperlukan selama proses setrika +/- 3 menit, jangan sampai lebih dari 4 menit karena jika terlalu lama biasanya gambar akan melebar/pudar.
[Image: prosesse.gif]
Setelah kertas kalender menempel ke PCB lalu dinginkan papan PCB dengan cara di-angin-anginkan, jangan sekali-kali langsung direndam ke air atau diblow dengan udara dingin / AC, gambar (toner) bisa terkelupas sewaktu masuk pada proses selanjutnya.

Jika sudah benar-benar dingin, rendam papan PCB ke dalam air selama +/- 15 s/d 30 menit, tergantung dari tebal/tipisnya kertas kalender, hingga kertas kalender nampak basah pada permukaan bagian dalam, biasanya jika menggunakan kertas kalender yang tipis… kertas akan terkelupas dengan sendirinya…. (terapung).
[Image: prosespe.gif] [Image: removeka.gif]
Kupas kertas kalender pelan-pelan dengan tangan sampai gambar/trace nampak, lalu sedikit-demi sedikit bersihkan sisa-sisa kertas yang masih nempel dengan bantuan Sikat Gigi bekas, terutama kertas yang nempel pada bagian lubang/pads komponen dan diantara traces sampai bersih.
[Image: siapetch.gif]
Jika terdapat trace yang terkelupas/putus, gunakan Spidol permanent untuk membantu menyambungnya.
Masukkan Ferric Cloride secukupnya ke dalam “nampan plastic” yg tidak dipakai atau beli baru di serba 6-ribu, Ferric Cloride paling tidak 1 (bungkus) kemasang Rp.1500,- dan masukkan air panas/hangat secukupnya +/- 100ml (1/2 gelas), sampai seluruhnya lebur dengan air, jangan lupa penutup hidung (masker) dan sarung tangan plastic/karet. Kalau saya sih gak perlu… (jgn ditiru lho..)
[Image: sepidol0.gif]
Masukkan papan PCB kedalam larutan Ferric Cloride tadi, dan agar prosesnya lebih cepat, bantu dengan cara menggoyang-goyang nampan, awass tumpah…

Sambil diamati jika papan PCB sudah seluruhnya lebur, maksudnya tembaga yang tidak tertutup oleh gambar/toner, maka angkat papan PCB dan bersihkan dengan air yang mengalir (air kran).

Untuk membersihkan gambar/toner, gosokan ampelas pelan-pelan sambil disiram air kran sampai benar-benar bersih.

Periksa kembali apakah terdapat trace yang putus.
[Image: pcbjadi3.gif]
Bor papan PCB dengan mata Bor ukuran 0,8mm s/d 1mm. Bersihkan papan PCB, lalu mulailah menyolder.

Setelah komponen tersolder seluruhnya, lakukan pengetesan, jika semuanya sudah berfungsi dengan baik, segera lakukan penyemprotan papan PCB dengan Lacquer produk PYL*X Clear128 atau produk “rj” (Acrylic Epoxy Spray Paint) harganya sekitar Rp.14.500,- /kaleng (300cc). Tujuanya agar papan PCB tidak mudah Oxidasi dan tampak mengkilap terus, syukur2 kalau ada PCB Varnis sebelum di Lacquer, hasilnya akan lebih menarik.
[Image: prosescl.gif]
Proses pengeringan selama +/- 10menit… mulailah merakit dan SELESAI sudah.

Waktu yang dibutuhkan mulai dari proses Nge-Print sampai selesai Pelarutan (Etching) +/- 30 menit.

Selamat Mencoba.

Rabu, 10 Juli 2013

Buat Sendiri Charger USB Portable 9 Volt

Bahan - Bahan yang dibutuhkan:
 
1. PCB berlubang 10x10 cm 1 lembar ( Rp 2.000,- )
2. Saklar geser 1 buah ( Rp 500,- )
3. Baut heksagonal (segienam) 8 buah ( Rp 2.000,- )
4. Kutub baterai 9 volt 1 buah ( Rp 800,- )
5. LED superbright 1 buah ( Rp 1.000,- )
6. resistor 670 ohm 1 buah ( Rp 200,- )
7. IC LM7805 1 buah ( Rp 1.500,- )
8. Sirip pendingin buat IC LM7805 1 buah ( Rp 1.000,- )
9. Kabel dan timah solder secukupnya
skema kelistrikannya, seperti ini :


 
Perlengkapan kerja :
-solder
-timah solder ( tinol )
-spidol permanent
-lakban
 
foto2 perakitannya, sbb :
Gambar.3. Komponen charger
 
Gambar.4. Kutub Baterai 9 volt
Gambar.5. Baterai 9 volt, sumber energi buat charger darurat Type-2, hargaya 9ribu-an.
Gambar.6. Komponen utama, Ki-ka : LED, LM7805, Saklar geser, resistor
Gambar.7. Komponen penunjang
Gambar.8. Fin / sirip pendingin buat IC LM7805
Gambar.9. Posisi pemasangan IC LM7805 pada fin, IC ini berfungsi untuk menurunkan tegangan 9 Volt pada baterai menjadi 5 Volt, seperti pada charger pada umumnya, biar baterai ga jebol

 
Gambar.10. Merakit charger
Gambar.11. Wujud charger setelah dirakit
Gambar.12. Pengujian tegangan ( Volt ), hasilnya sesuai target, 
yakni +/- 5 Vdc
Gambar.13. Pengujian arus ( Ampere ), setiap merk baterai memiliki arus yang berbeda – beda, bisa lebih tinggi atau lebih rendah, sebagai contoh baterai 9 V ABC Heavy Duty seperti pada Gambar 5  mampu memberikan arus keluaran sebesar +/- 300 miliAmpere.
Selain itu charger ini juga berfungsi manjadi senter ketika berada di tempat gelap, seperti pada gambar di bawah ini :
Gambar.14. Charger juga bisa digunakan sebagai lampu senter
Gambar.15. Charger ketika berada di tempat gelap
Gambar.16. Charger yang punya 2 fungsi, senter dan charger

Cara membuat adaptor, power supply, charger handphone

Pada dasarnya adaptor, power supply dan charger mempunyai konstruksi sirkuit yang hampir sama yaitu terdiri dari trafo, rectifier (penyearah) dan penghalus tegangan.
untuk power supply biasanya ada tambahan stabilisator tegangan berupa IC voltage regulator seri LM 78XX atau LM 79XX.
di bawah ini adalah skema rangkaian adaptor, power supply, atau charger baterai (untuk gadget, handphone, MP4player, smartphone) yang sudah dilengkapi dengan stabilisator tegangan 5V:

Diode Bridge
diode bridge  atau dikenal dengan jembatan dioda adalah rangkaian yang digunakan untuk penyearah arus (rectifier) dari AC ke DC. untuk membuat diode bridge  dengan benar maka perlu diketahui tipe dioda yang akan digunakan, agar sesuai dengan kebutuhan. contoh: untuk membuat catu daya 12 Volt 3 Ampere maka diperlukan dioda tipe 1N5401, untuk lebih detail bagaimana cara memilih tipe dioda yang tepat untuk adaptor yang anda buat, silakan klik DISINI, atau klik gambar jembatan Dioda dibawah ini:

stabilisator tegangan
stabilisator tegangan yang umum digunakan adalah tipe LM 78XX atau 79XX, XX menunjukkan tegangan maksimum output yang dihasilkan. lihat contoh pada skema rangkaian diatas , untuk output 5 V maka digunakan tipe LM 7805. untuk tegangan yang lain harus disesuaikan dengan trafo dan IC stabilisatornya.

cara mencharge baterai dengan adaptor, silakan simak pada gambar dibawah ini:

hal-hal yang perlu anda perhatikan: selalu berhati-hatilah saat mencharge baterai, baterai kualitas rendah (non original) biasanya mudah melembung dan rusak saat dicharge. over charge bisa merusak dan memperpendek umur baterai. jika baterai terasa panas melebihi biasanya saat charge secara normal, maka sebaiknya hentikan aktifitas charging karena dikhawatirkan baterai terbakar.